TNI Komitmen Lindungi Masyarakat Papua dari Ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata
POJOKINDO.com, TIMIKA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) komitmen menjaga kedaulatan negara serta memberi rasa aman bagi masyarakat Papua dari teror Kelompk Kriminal Bersenjata (KKB).
Ini menyusul gangguan keamanan oleh KKB pada sejumlah wilayah di Papua, seperti di Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Kabupaten Nduga belakangan ini.
Terbaru, situasi di Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang Kembali normal.
Lima orang anggota KKB tewas dalam operasi penegakan hukum oleh aparat gabungan TN-Polri di Distrik Selarambakon.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen Richard Tampubolon, menyebut masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang kembali beraktivitas.
Masyarakat, lanjut Dia, berharap tidak ada lagi tindakan kekerasan brutal oleh KKB.
Tampubolon mengeklaim masyarakat Papua sudah marah terhadap KKB.
Kini, masyarakat mendukung penegakan hukum oleh aparat TNI dan Polri.
Ia berujar, KKB Papua sudah saatnya menghentikan propaganda kekerasan.
“KKB Papua harus berhenti mengancam masyarakat dengan todongan moncong senjata, serta jangan lagi merampok hasil pembangunan dengan dalih perjuangan kemerdekaan,” ujarnya dalam rilis pers, Senin (2/10/2023).
“KKB Papua sudah waktunya menyadari, rakyat Papua sudah merdeka sepenuhnya setelah bergabung ke Indonesia dan berikutnya mendapatkan otonomi khusus.”
Artinya, Papua sudah bebas membangun dan berkarya, bahkan diistimewakan melebihi wilayah lainnya.
Tampubolon menyerukan saatnya masyarakat Papua fokus kerja keras dan bersama mengisi kemerdekaan, mengejar kertinggalan dan mengentaskan kemiskinan demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Kita semua dan seluruh masyarakat papua menginginkan kedamaian dan kita fokus mendukung pembangunan. Presiden Jokowi juga sangat sering mengunjungi Papua, hingga sampai pelosok pedesaan,” katanya.
Sesuai perintah Panglima TNI, lanjut Tampubolon, TNI terus berkomitmen menjaga dan melindungi masyarakat, namun akan bertindak tegas terhadap KKB yang terus mengganggu dan mengintimidasi.
“TNI bertindak tegas karena sampai saat ini KKB Papua terus melaksanakan gangguan tembakan terhadap aparat keamanan maupun terhadap masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkap perkembangan penyelidikan yang dilakukan Polri terhadap identitas 5 orang KKB yang tewas dalam operasi penindakan oleh aparat gabungan di Kabupaten Pegubin.
Jenazah KKB yang sudah teridentifikasi yaitu Jen Aloka Taplo Alias Dodi, Anton Kalakmabin dan Andarias Mimin, sementara dua korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Dalam daftar barang bukti milik KSTP, selain 3 senjata, ratusan peluru, magazine dan lain-lain, berikutnya diamankan 1 buah KTP atas nama Otobius Bidana.
Identitas itu belum bisa dipastikan apakah Otobius Bidana merupakan salah satu dari sisa 2 Org KKB tewas yang belum bisa diidentifikasi tersebut.
Dari 3 orang KKB yang sudah terindentifikasi, satu orang yang masuk daftar KKB yang dicari aparat keamanan, yaitu Jen Aloka Taplo alias Dodi.
Sosok ini memiliki riwayat aksi kejahatan yang panjang.
Ia merupakan anggota KKB Kodap XV Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alepki Taplo.
Setelah Kodap XXXV Bintang Timur terbentuk, kemudian Jen Aloka Taplo bergabung menjadi anggota KKB Kodap XXXV Bintang Timur.
“Jen Aloka Taplo terlibat dalam aksi penembakan, pembakaran fasilitas umum dan pembunuhan suster di Distrik Kiwirok pada bulan September 2021.”
Jen Aloka Taplo disebut terlibat dalam aksi pembacokan dan pemotongan tukang ojek di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang pada tanggal 6 Desember 2022.
Jen Aloka Taplo juga terlibat dalam aksi penembakan dan pembakaran fasilitas umum di Distrik Oksibil pada bulan Januari 2023.
“KKB memeras dengan merampok dana yang peruntukkannya bagi kesejahteraan masyarakat, info didapat dana tersebut justru digunakan untuk membeli munisi dan senjata ilegal,” ujarnya.
Dikatakan, KKB juga banyak membunuh masyarakat yang tidak mau mengikuti keinginan dan perintah mereka. (Khoirul Anam)

