Politik

Jhon Wempi Wetipo VS Lukas Enembe, Diduga Dendam Politik

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Marinus Yaung menilai, tak dilantiknya beberapa calon anggota MRP karena dendam politik Jhon Wempi Wetipo kepada Lukas Enembe.

Diketahui, ada sejumlah calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dianggap menolak Otsus sehingga tak diloloskan dan dilantik oleh Jhon Wempi Wetipo selaku Wamendagri.

Sejumlah calon anggota MRP yang dianggap menolak Otsus tersebut yaitu Orpa Nari, Robert Wanggai dan Benny Sweny.

Bahkan, kata Marinus Yaung, ketiga disebut sebagai kader dari Lukas Enembe.

Narasi menolak Otsus yang dimunculkan John Wempi Wetipo, kata Marinus dalam bacaan politik dirinya, ini bagian dari dendam politik lama Jhon Wempi Wetipo terhadap Lukas Enembe yang mengalahkan dirinya dalam Pilkada Gubernur Papua tahun 2018.

08112023-JWW_dan_LE-1
Jhon Wempi Wetipo (baju merah) dan Lukas Enembe saat menunjukkan nomor urut calon Gubernur Papua pada Pilkada 2028.

“Kalau kebijakan strategis terhadap Papua dilakukan oleh Jakarta dengan berbasis pada sentimen pribadi, sentimen kesukuan dan dendam-dendam politik,” kata Marinus.

Namun, kata Marinus, ada kader Lukas Enembe yang ikut terlibat dalam aksi penolakan Otsus, dimana sewaktu Timotius Murid dan MRP melakukan judicial review ke MK tentang UU Otsus, beberapa saksi kader Lukas Enembe yang dihadirkan MRP dan ikut bersaksi menolak Otsus di MK, malah dipromosikan Mendagri untuk menjabat pejabat Gubernur di provinsi yang adai di Bumi Cenderawasih.

“Sehingga Wempi Wetipo dengan narasinya ini, sangat tidak adil dan diskriminatif,” katanya melalui pesan WhatsAppnya, Selasa, (07/11/2023).

Bahkan, Marinus juga menyangkan sikap arogansi politik John Wempi Wetipo terhadap orang asli Papua.

“Jika Jakarta mau konsisten bersihkan semua kader Lukas Enembe penolak Otsus Papua, maka Jakarta harus konsisten dengan kebijakannya,” pintas Marinus.

JWW: Mereka Tolak Otsus

Orpa Nari dan Benny Sweny tidak masuk dalam keanggotaan Majelis Rakyat Papua (MRP).

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Jhon Wempi Weitipo (JWW) mengungkapkan alasan pemerintah tidak melantik Orpa dan Benny, lantaran keduanya terlibat dalam kelompok penolak Otonomi Khusus (Otsus) di periode sebelumnya.

Kala itu, keduanya masih berstatus anggota Majelis Rakyat Papua.

Pemerintah pun memasukkan keduanya dalam catatan merah.

“Orpa Nari dan Benny Sweni, dua orang ini ikut terlibat dalam proses penolakan (Otsus), ” ujar Wempi usai melantik 34 anggota MRP di Kantor Gubernur Papua, Selasa (7/11/2023) malam.

Selain menolak Otsus, lanjut Wempi, Orpa dan Benny juga menjadi bagian dari anggota MRP yang mengajukan judicial review Otsus di Mahkamah Konsitusi (MK), namun ditolak.

“Sehingga proses penundaan undang-undang nomor 2 tahun 2021 belum dilaksanakan itu karena anggota MPR yang lama menggugat,” ujarnya.

“Artinya kalian sendiri menggugat produk Otsus, tapi sekarang kamu malah ingin masuk keanggotaan kembali MRP yang notabene kemarin kalian menolak ini terlihat resisten,” sambung Wempi.

Ia pun meminta Orpa dan Benny dapat bersikap gentle dan konsisten dengan sikapnya.

“Saya mau Kedua saudara ini harus konsisten, kalau yang lalu kalian tolak yang sekarang tidak boleh masuk karena ini produk dari Otsus yang ditolak,” ujarnya.

Wempi menegaskan, siapa pun tidak boleh menafsirkan lain soal keputusan yang dialamatkan kepada Orpa dan Benny.

“Jangan ada narasi lain,” pungksanya. (Khoirul Anam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?