Ekonomi

Harga Beras di Kota Jayapura Makin Mahal

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Harga beras terus bergerak naik dalam tiga bulan terakhir di Kota Jayapura. Kisaran kenaikannya rata-rata Rp3.000 setiap kilogram.

Berdasarkan pemantauan di Pasar Youtefa, dan Pasar Hamadi pada Jumat (20/10/2023), beras berkualitas premium, saat ini dijual seharga Rp16 ribu sekilogram atau Rp140 ribu untuk kemasan 10 kilogram. Adapun beras berkualitas medium seharga Rp12 ribu hingga Rp14 ribu sekilogram.

“Kami hanya mengikuti harga beras dari agen. Agen mengeluarkannya [menjual] dengan harga Rp13 ribu [sekilogram] maka kami menjualnya [kembali] dengan harga Rp14 ribu [sekilogram]. Jadi, kami cuma kasih tambahan kenaikannya [selisih harganya dengan di agen hanya] Rp1.000,” kata Iyan Gailea, pedagang beras di Pasar Youtefa.

Menurut Iyan, harga beras berfluktuasi sejak pertengahan tahun lalu. Namun, dalam tiga bulan terakhir, harga tersebut bergerak naik.

“Harga beras biasa [rata-rata] naik [sebesar] Rp1.000 [sekilogram] setiap tiga bulan. Pada awal tahun, harga beras [medium] berkisar Rp10 ribu [sekilogram]. Kemudian, naik menjadi Rp11 ribu [sekilogram] pada tiga bulan berikutnya, dan Rp12 ribu hingga Rp13 ribu [sekilogram] pada awal September 2023,” kata Iyan.

Beras yang dijual di Pasar Youtefa maupun Pasar Hamadi dipasok dari luar Papua. Adapun beras lokal belum disuplai ke agen atau pedagang beras. Beras lokal di Kota Jayapura biasa dipasok dari petani di Koya, Arso, dan Genyem.

Sementara itu, harga sejumlah bahan pokok lain masih relatif normal di Kota Jayapura. Semisal bawang merah, masih seharga Rp45 ribu sekilogram, dan cabai rawit seharga Rp80 ribu sekilogram.

“Selain beras, harga bahan pokok masih normal. Kami belum menaikan harganya,” ujar Siti Komariah, pedagang bahan pokok di Pasar Youtefa.

Hariati,  pedagang di Pasar Hamadi mengatakan sebagian besar bahan pokok dipasok dari luar Papua sehingga harganya pun mengikuti perkembangan dari luar Papua. Dia memperkirakan harga bahan pokok tersebut akan naik saat menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Harga bawang [merah], cabai [rawit], minyak goreng, garam, dan gula masih normal. Cuma kami akan lihat dalam sebulan ke depan. Saat memasuki Hari Raya Natal, pasti ada lonjakan harga [pada bahan pokok tersebut],” kata Hariati. (Khoirul Anam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?