Teror terhadap Tenaga Kesehatan di Yahukimo: Layanan Medis Dipaksa Tutup

pojokindo.com – Yahukimo, Papua Pegunungan — Situasi keamanan kian memprihatinkan setelah ancaman dan aksi intimidasi terhadap tenaga kesehatan oleh TPNPB-OPM Kodap XVI memaksa penghentian sementara layanan medis di Kota Dekai. Surat resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo tertanggal 18 Februari 2026 mengungkap adanya percobaan pembakaran gedung puskesmas serta kendaraan ambulans di sejumlah fasilitas kesehatan, disertai teror langsung terhadap tenaga medis yang tengah melayani masyarakat.
Kronologi dan Dampak Langsung
- Percobaan pembakaran gedung puskesmas dan ambulans di beberapa titik.
- Ancaman keselamatan tenaga medis, disertai tuduhan sebagai aparat intelijen.
- Penghentian layanan kesehatan sementara, kecuali gawat darurat, demi melindungi petugas dan pasien.
Fasilitas yang Terdampak
- RSUD Dekai
- Puskesmas Dekai
- Puskesmas Aplim
- Puskesmas Brasa
Semua fasilitas ini mengalami gangguan operasional akibat intimidasi dan ancaman kekerasan.
Krisis Kemanusiaan
Penutupan layanan kesehatan menimbulkan dampak serius bagi masyarakat pedalaman yang sangat bergantung pada fasilitas medis terbatas:
- Tidak ada akses pengobatan rutin bagi warga.
- Vaksinasi dan layanan ibu-anak terhenti.
- Risiko penyakit darurat meningkat, memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.
Analisis HAM
Pengamat menilai teror terhadap tenaga medis dan fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran serius terhadap:
- Hak hidup masyarakat sipil.
- Hak atas kesehatan yang dijamin secara universal.
- Hak atas rasa aman di wilayah konflik.
Papua Butuh Damai, Bukan Teror Kesehatan
Peristiwa ini menegaskan bahwa Papua hanya bisa maju bila kekerasan dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi tenaga medis. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
