Jubir TPNPB-OPM Victoria Kecam Serangan terhadap Warga dan Fasilitas Publik

pojokindo.com – Papua Pegunungan — Sebuah video berdurasi sekitar 10 menit yang beredar luas memperlihatkan pernyataan Juru Bicara TPNPB-OPM Victoria, yang mengutuk keras rangkaian aksi kekerasan dikaitkan dengan TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo.
Kecaman terhadap Kekerasan
Dalam pernyataannya, Victoria mengecam:
- Penembakan terhadap pilot dan masyarakat sipil.
- Intimidasi terhadap guru dan tenaga kesehatan.
- Pembakaran fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, rumah warga, ruko, dan sarana umum lainnya.
Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan tujuan perjuangan organisasi dan justru memperburuk kondisi masyarakat sipil di wilayah konflik.
Kritik terhadap Kepemimpinan
Victoria menegaskan bahwa aksi yang menyasar warga sipil dan layanan dasar tidak mencerminkan prinsip perjuangan yang selama ini diklaim oleh TPNPB-OPM.
- Kekerasan terhadap tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum hanya menimbulkan penderitaan berkepanjangan.
- Ia menyatakan kepemimpinan Kodap XVI Yahukimo di bawah Elkius Kobak gagal dan perlu dievaluasi.
- Jabatan Panglima Kodap XVI seharusnya dialihkan kepada Kopi Tua Heluka untuk memulihkan disiplin komando serta mencegah tindakan yang merugikan masyarakat sipil.
Implikasi bagi Struktur Organisasi
Pernyataan ini menunjukkan adanya dinamika internal dalam tubuh TPNPB-OPM, di mana suara juru bicara menyoroti dampak kemanusiaan sekaligus mendorong restrukturisasi kepemimpinan. Hal ini dapat memengaruhi arah operasi kelompok bersenjata di Yahukimo, baik dalam konsolidasi maupun perubahan strategi.
Papua Butuh Damai, Bukan Kekerasan
Situasi ini menegaskan bahwa konflik bersenjata hanya memperburuk penderitaan rakyat. Papua hanya bisa maju bila teror dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan masyarakat sipil ditempatkan sebagai prioritas utama.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi pendidikan dan kesehatan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
