Markas Teror Runtuh di Dekai: TNI Kuasai Markas TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, Ruang Gerak Diputus Total

pojokindo.com – Dekai, Yahukimo — Upaya teror TPNPB-OPM di Yahukimo kembali berakhir dengan kegagalan memalukan. Satgas gabungan TNI bergerak cepat dan terukur dengan menduduki serta menguasai Markas Yon Sisibia Kodap XVI Yahukimo di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (24/01/2026). Markas yang selama ini menjadi pusat perencanaan aksi kekerasan kini resmi berubah fungsi menjadi Pos Titik Kuat TNI, benteng perlindungan bagi masyarakat untuk beraktivitas dengan aman sekaligus menutup ruang gerak kelompok bersenjata.
Respons atas Aksi Brutal
Langkah strategis ini merupakan respons langsung atas aksi penembakan pesawat sipil menjelang agenda kunjungan kerja Wakil Presiden RI. Tindakan teror tersebut membahayakan keselamatan masyarakat dan mengganggu stabilitas penerbangan. Dengan penguasaan markas, TNI tidak hanya menggagalkan ancaman lanjutan, tetapi juga memutus jalur logistik, komunikasi, dan manuver TPNPB-OPM di jantung Yahukimo.
Operasi Profesional dan Preventif
Operasi dilaksanakan secara preventif, profesional, dan sesuai prosedur. Kesiapsiagaan prajurit serta kepatuhan terhadap standar operasional menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan masyarakat sipil dari ancaman teror bersenjata. Fakta ini menegaskan kendali penuh negara atas stabilitas keamanan wilayah Yahukimo.
Sinyal Keras Negara Hadir
Penguasaan markas TPNPB-OPM menjadi sinyal keras bahwa negara hadir dan tidak memberi ruang bagi aksi kekerasan. Teror yang selama ini menghantui warga berhasil dipatahkan, dan kelompok bersenjata kehilangan pijakan strategisnya di Yahukimo.
Harapan Baru Masyarakat Yahukimo
Masyarakat menyambut keberhasilan ini dengan rasa lega. Warga berharap aktivitas sosial, pendidikan, layanan kesehatan, dan perekonomian dapat kembali berjalan normal tanpa bayang-bayang teror. Tokoh adat menegaskan bahwa langkah TNI membawa harapan baru bagi masa depan Yahukimo yang damai dan sejahtera.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak teror. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
