Pemerintah Diminta Bangun SD dan Kantor Distrik Hoeya, Mimika
POJOKINDO.COM -Mimika- Kepala Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Yeteni Tabuni memastikan kondisi keamanan di wilayahnya kondusif, sehingga pembangunan perlu dilakukan.
Yeteni mengungkapkan, ada beberapa pembangunan di wilayah tersebut yang tidak dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten karena alasan keamanan, dua diantaranya adalah pembangunan gedung sekolah dan kantor pemerintah distrik.
Beberapa program sudah diusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tahun-tahun sebelumnya, dan di tahun ini juga masih di usulkan dengan harapan bisa diterima oleh OPD terkait.
Dalam Musrenbang tahun 2025, ada 56 usulan program kegiatan prioritas yang diusulkan oleh masyarakat Distrik Hoeya.
Yeteni menyebut, beberapa program prioritas yang diusulkan mulai dari pembangunan Puskesmas di Kampung Putih dan Mamontoga, dan pembangunan Pustu di Kampung Dalmagom yang tidak berjalan karena kendala transportasi untuk mengangkut bahan bangunan.
Kemudian sejumlah aset berupa tanah yang belum diselesaikan pemerintah dan masih berstatus sebagai tanah adat milik masyarakat, ia berharap dinas terkait bisa segera menyelesaikan agar bisa dilakukan pembangunan.
Kemudian, pembangunan lanjutan lapangan terbang, karena sebelumnya sudah dikerjakan 400 meter dan harus dilanjutkan untuk diselesaikan sesuai rencananya 700 meter.
“Kaya tanah di Lapter itu juga belum selesai, tapi karena masyarakat butuh jadi yang penting kerja dulu nanti bayar dari belakang,” katanya usai pelaksanaan Musrenbang di Timika, Rabu (19/2/2025).
Yeteni melanjutkan, distrik Hoeya selama delapan kepemimpinan belum pernah ada dibangun kantor distrik dengan alasan keamaman. “Pelayanan untuk masyarakat di rumah dinas,” katanya.
Pihaknya juga mengharapkan adanya pembangunan SD di tahun ini tetapi sepertinya tidak ada sehingga kembali diusulkan dalam musrenbang.
“Dong (mereka) biasa bilang diatas itu rawan, tapi diatas itu aman saya tinggal Diatas saya bilang disana aman tidak seperti isu yang berkembang di Timika,” ungkapnya.
Usulan program lainnya ialah air bersih untuk masyarakat di kampung, jembatan gantung antar kampung Dalmagom ke Mamontoga, dan Dalmagom ke Jinuni.

