KeamananSosial

Penyambutan Dan Pembacaan Ikrar Para Eksodus OPM Serta Pembagian Sembako Menjelang Hari Suci Natal

POJOKINDO.COM -Maybrat- Dalam momen yang penuh haru dan semangat rekonsiliasi, puluhan eks anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Acara ini digelar di Kp. Imsum, Distrik Aifat Selatan, Kab. Maybrat, Prov. Papua Barat Daya pada Senin, 23/12/2024.

Tidak hanya itu, acara ini juga dirangkai dengan pembagian sembako untuk warga sekitar dalam rangka menyambut Hari Suci Natal.

Kepala Kampung imsum Bapak Dominggus Ki juga mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran yang terlibat karena acara dapat terlaksana dengan baik serta pihak Pemerintah dan Apkam sudah menjamin keselamatan dari para Eksodus OPM.

Acara tersebut juga dihadiri oleh anggota Komnas HAM Bapak Friets Ramandey perwakilan Papua yang menyatakan enam point dalam sambutannya:

  1. Atas nama kemanusiaaan saya dan jajaran ada disini.
  2. Saya sudah komunikasi dengan Kapolri dan Panglima TNI bahwa ada jaminan kemanusiaan terhadap simpatisan, eksodus dan para pengungsi.
  3. Setelah proses ini saya meminta berilah eksodus kesempatan untuk bisa mengikuti Natal tahun ini dan tetap komunikasi secara intens dengan saya selaku Komnas HAM
  4. Perlakuan yang baik adalah bagian dari penegakan HAM.
  5. Para pengungsi sudah diterima dengan layak dan baik.
  6. Presiden Prabowo telah berkomitmen agar memberi pengampunan terhadap mantan narkoba, eksodus dan pengungsi. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang kita pilih sekarang ini.

Dalam sambutannya Bapak Friets Ramandey mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah serta pihak TNI/Polri yang sudah menyambut eksodus OPM dengan baik dan tidak ada pelanggaran HAM selama penyambutan dan masyarakat tersebut sudah diberikan tempat yang layak selama proses penyambutan

Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Aprianto Dolly dalam sambutannya menjelaskan bahwa pihaknya akan menjamin seutuhnya mengenai keamanan anggota eksodus OPM yang telah bersedia kembali ke pangkuan NKRI.

“Yth. Bapak Kapolda, Bpk PJ. Bupati, Saya hormati kepada kawan-kawan kita yang telah jalan-jalan di hutan kurang lebih 3 tahun lamanya, kami 3 serangkai akan menjamin keamanan. Demikian terima kasih, Salom,” tuturnya.

 Dalam sambutannya, Pj. Bupati Maybrat Bapak Vicente Campana Baay menyampaikan bahwa kita bisa berkumpul kembali dan Bapak Presiden juga sudah menjamin keamanan kepada kita semua.

“Tuhan telah memberi hidayah kepada kawan-kawan dari hutan. Kita bisa kumpul lagi bila ada lagi kawan kita yang disana suruh pulang, biar bisa kumpul kembali. Tanah kita cukup subur untuk kita olah. Bapak presiden kita sudah menjamin keamanan kepada kita semua,” ujar Pj. Bupati Maybrat.

“Terkait yang pulang, tolong didata kebutuhannya agar melewati Natal dengan layak. Mereka perlu penyesuaian diri, anggap saja tidak ada yang terjadi, biasa-biasa saja. Kita dalam perlindungan TNI/Polri. Tolong saya dibantu pendataanya. Demikian salam selamat siang,” tambahnya.

Dalam acara pengambilan ikrar tersebut turut hadir juga Kapolda Papua Barat Daya Irjen Pol Gathot Haribowo, dirinya mengajak seluruh saudara yang berada di dalam hutan segera kembali ke NKRI, TNI/Polri akan menjamin keamanan serta tidak akan ada lagi pengejaran kepada masyarakat yang akan bergabung ke NKRI.

“Bapak ibu terima kasih dan kasih dari Yesus Kristus. Tadi ada penekan dari Bapak PJ Bupati, Bapak Dandim, dari saya intinya sama yaitu ajak kawan yang masih di hutan untuk kembali ke tengah-tengah kita. Kita punya tanah yang subur, kami mewakili Polri sebagai pihak keamanan akan jamin keamanan DPO, tetapi nanti tetap melewati proses. Para TNI/Polri tidak ada lagi pengejaran kepada masyarakat yang tidak menganggu keutuhan NKRI.”

Puncak acara ditandai dengan penciuman Bendera Merah Putih dan pembacaan ikrar kesetiaan oleh perwakilan eksodus anggota OPM. Dalam ikrar tersebut, mereka menyatakan komitmen untuk meninggalkan perjuangan bersenjata dan mendukung upaya pembangunan Papua.

“Kami berikrar untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami berjanji tidak akan terlibat dan mendukung semua kegiatan OPM yang dilaksanakan, NKRI Harga Mati,” ungkap Lukas Kamat salah satu perwakilan pembaca ikrar.

Ikrar ini diikuti dengan penciuman bendera merah putih dan penandatanganan ikrar sebagai tanda diterimanya mereka kembali sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Adapun eksodus OPM kelompok Zeth Fatem yang bergabung yaitu, Matius Kamat, Lukas Kamat, Simon Ky, Maklon Ky, Geraldus Kambu, Tiofilus Kambu, Simson Aintebo dan Tonce Fatem.

Dalam semangat kebersamaan dan menyambut Hari Suci Natal, acara ini juga dirangkai dengan pembagian paket sembako oleh Satgas Mandala V yang berkolaborasi dengan Satgas Yonif 501/BY kepada warga sekitar. Paket sembako yang berisi bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan lainnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Natal adalah momen berbagi dan membawa kedamaian. Dengan bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Pdt. Fransiska Samuri yang turut hadir dalam acara tersebut.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat Papua. Mereka mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan tetapi juga pada pendekatan kemanusiaan. Banyak yang berharap bahwa momen ini menjadi awal dari berakhirnya konflik di Papua.

“Kami senang melihat saudara-saudara kami yang dulu berbeda jalan kini kembali bersama kami. Semoga perdamaian ini abadi dan kita semua bisa hidup rukun tanpa rasa takut lagi,” ujar seorang warga yang menerima bantuan sembako.

Kegiatan seperti ini diharapkan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi di Papua. Para eksodus anggota OPM yang telah bergabung kembali ke masyarakat juga diharapkan dapat menjadi agen perdamaian dan pembangunan di daerah mereka masing-masing.

Dengan momen ini, Papua sekali lagi menunjukkan bahwa dengan dialog, kasih sayang, dan pendekatan yang manusiawi, perdamaian bukanlah impian yang mustahil. Semangat Natal yang penuh kedamaian ini menjadi simbol harapan untuk masa depan Papua yang lebih cerah.

Acara tersebut turut dihadiri oleh, Irjen Pol Gathot Haribowo (Kapolda Papua Barat Daya), Kombes Pol Novian Jaya, S.H (Dirkum Polda PBD), Bapak Vincente Campana Baay, S.I.P (Pj.Bupati Maybrat), Bapak Friets Ramandey (Anggota Komnas HAM Papua), Letkol Inf Aprianto Dolly (Dandim 1809/Maybrat), Letkol Inf Dwi Haryanto (Dansatgas Yonif RK 762/VYS), Kompol Dekai (Anggota Dirkum Polda PBD), Kompol Ruben Obed Kbarek, S.I.K (Kapolres Maybrat), Kapten Inf Riza A.N (Danki/Dan TK Pos Imsun Yon 501/BY), Lettu Inf Maisak (Pasiops Yon 762), Perwakilan Satgas Mandala V, Bapak Sadra Ki (Pegawai Dinas Pertanian Kab. Maybrat), Ibu Fransiska Samuri (Pendeta Kp. Kisor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?