BudayaSosial

Museum Sarwo Edhi Wibowo Menyimpan Sejarah dan Benda Budaya Papua

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Museum Sarwo Edhi Wibowo yang terletak di Jalan Sam Ratulangi No15, Dok V Atas, Keluharahan Mandala, Distrik  Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, memiliki nilai historis yang luar biasa. 

Pasalnya, museum memorial dari mertua Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono ini, menjadi sejarah bagi jajarah Kodam XVII/Cenderawasih dan juga masyarakat setempat.

Diketahui, gedung museum ini dibangun atas prakarsa mantan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Erfi Triassunu pada tahun 2011 silam.

Pembangunan museum ini sebagai wujud apresiasi atas dedikasi mendiang Jenderal Sarwo Edhi Wibowo untuk kontribusinya kepada Papua.

Petugas penjaga Museum Sarwo Edhi mengaku bahwa, di dalam museum juga tersimpan gambar para jenderal TNI yang pernah bertugas di Kodam XVV/Cenderawasih.

“Dalam museum ini menyimpan gambar para jenderal yang pernah bertugas di Kodam XVII cenderawasih, juga pahlawan. Selain itu alat-alat perang seperti bom dan senjata juga ada,”katanya sembari menunjuk beberapa alat perang.

Kendati tak begitu besar, namun museum ini dibuat seindah mungkin dalam bentuk bangunan honai, yang merupakan rumah adat masyarakat Wamena, Papua Pegunungan.

Di dalam museum ini juga ada benda-benda budaya Papua, seperti noken anggrek, panah dan anak pahan, serta ukiran asmat.

“Kalau anak-anak Papua datang ke sini (museum) mereka tidak hanya belajar sejarah tetapi juga soal benda-benda budaya Papua yang tersimpan di museum ini,”ucap Imam. 

Ada lima penjaga di Museum Sarwo Edhi Wibowo

Imam mengaku, ada lima orang petugas yang menjaga Museum Sarwo Edhi ini, termasuk dirinya.

“Untuk menjaga museum ini sebenarnya ada 5 orang yang jaga, namun sejauh ini kami hanya 2 orang saja. Kami sering bergantian menjaga museum ini secara penuh (sehari),”bebernya. 

Penjaga museum tak hanya bertugas menjaganya saja, namun juga memberikan penjelasan kepada setiap pengunjung yang datang.

“Tapi pengunjung juga tidak rutin. Ya, dalam satu bulan hanya satu atau dua kali saja,”katanya.

“Pengunjungnya juga beragam mulai dari  anak TK sampai mahasiswa. Mereka biasanya datang berkelompok,”imbuhnya.

Imam dan rekannya sangat senang menerima kedatangan para pengunjug ke museum.

“Siapapun yang berkunjung ke tempat ini pastinya kami layani dengan senang hati. Kami siap jelaskan semua benda yang ada di dalam museum ini, termasuk benda budaya Papua yang ada,”akunya.

Imam berharap agar anak-anak muda Papua berkunjung ke tempat bersejarah ini, untuk mendapatkan wawasan.

“Generasi muda harus belajar sejarah yang ada di Tanah Papua, apalagi di museum ini sangat memorabel. Kita bisa mengenal langsung siapa sosok Pak Jenderal Sarwo Edhi dan juga benda-benda budaya Papua yang ada di dalamnya,” tandas Imam. (ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?