BudayaSosial

Festival Kampung Nelayan Hamadi Dimeriahkan Tari Kreasi Tifa dari Tujuh Wilayah Budaya

JAYAPURA, POJOKINDO.com – Komunitas Sanggar Mahikay memeriahkan tari kreasi tifa di Festival Kampung Nelayan Hamadi yang digelar di Distrik Jayapura Selatan,  Kota Jayapura,   Jumat- Minggu, 5-7 Juli 2024.

Ketua Sanggar Mahikay Clemens Waromi mengatakan, festival tersebut   menyediakan ruang kreatif bagi masyarakat lokal, salah satunya dengan pertujukan gaya tari kreasi tifa yang merupakan penggabungan tarian dan lagu dari tujuh wilayah budaya di Papua.

“ Tari kreasi tifa ini mereka ambil gerakan dan lagu dari masing-masing wilayah, jadi macam Saireri punya lagu ambil, berarti gerakannya tidak, karena sudah ada lagu,” katanya, Sabtu sore (6/7/2024).

Misalkan pihaknya mengutip lagu bahasa daerah dari Lapago,  nanti pihaknya tidak mengambil gayanya, karena sudah ada lagu.Serupa juga dari beberapa wilayah budaya lainnya.

Tujuh wilayah budaya yang dimaksud yakni wilayah Tabi, Saireri, Animha, Meepago, Lapago, Bomberai dan Domberai,

Komunitas Sanggar Mahikay  dibentuk pada 2005 dan aktif dalam berbagai perhelatan seni budaya. Menurutnya, tari kreasi berbeda dengan tari tradisional. Tari tradisional akan menampilkan hanya satu wilayah budaya, namun tari kreasi berkolaborasi dari tujuh wilayah budaya, hingga pimpinan tari kreasi tidak bisa sembarangan. Harus memahami gerakan dan lagu dari masing-masing wilayah budaya,  agar mampu menggambarkannya  .

” Tujuan utama kami memperkenalkan tari kreasi tifa yang ada di Hamadi khususnya di sanggar kami kepada masyarakat yang datang di festival ini agar mereka tahu, oh, begini gerakan tari kreasi, karena beda dengan tari tradisional,” katanya.

Salah satu seorang pengunjung di festival tersebut David Wenda,  merasa tari kreasi tersebut sangat baik membuat penonton antusias.

” Mereka tampil sangat baik sekali, gaya mereka suasana dan lagu mereka sangat mendukung, bahkan semua penonton juga antusias menonton ,” katanya.

Festival Kampung Nelayan Hamadi yang digagas pemerintah Dinas Pariwisata, juga dimeriahkan penampilan dan atraksi budaya dari berbagai komunitas dan sanggar seni. Disana, pengunjung juga dapat menikmati berbagai jajanan kuliner  khas Papua hingga pernak pernik tradisional.(ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?