Laurenzus Kadepa: Peran Semua Pihak Diperlukan Pulihkan Situasi Paska Pembakaran Kios di Paniai
JAYAPURA, POJOKINDO.com – Situasi Paniai pasca-pembakaran sejumlah bangunan kios dan sekolah pada 22 Mei 2024 kini jadi sorotan.
Anggota DPR Papua Laurenzus Kadepa mengatakan, situasi keamanan di Paniai akhir-akhir ini sejak ditembaknya Koramil Komopa hingga pembakaran sekolah dan mess guru serta 12 kios di ikampung Madi, Distrik Paniai Timur, tidak kondusif.
Kemudian, dari rentetan kejadian yang ada, maka menurut sumber media diduga pelakunya adalah kelompok bersenjata atau TPNPB – OPM. Rentetan peristiwa itu membuat masyarakat ketakutan.
“Untuk itu butuh peran pemerintah daerah dalam menciptakan perdamaian,” kata Laurenzus kepada Pojokindo.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/5/2024).
Selain itu untuk menciptakan keamanan yang kondusif, perlu juga ada kolaborasi semua pihak, karena masalah keamanan bukan hanya tugas Polri atau TNI.

“Ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, untuk itu pemerintah daerah setempat harus aktif menghadirkan suasana aman bagi semua orang, sebab ini tanggung jawab,”.
“Namun pada Intinya, untuk menghadirkan situasi yang aman di Paniai, itu tugas semua pihak bukan hanya aparat keamanan,” ujarnya.
Organisasi Papua Merdeka Beranggung Jawab
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan bertanggung jawab atas deretan aksi kriminal di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengakui pihaknya sebagai pelaku pembakaran sekolah serta rumah guru dan belasan kios milik warga sipil di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur pada Rabu (25/5/2024).
Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, Undius Kogoya dan Panglima TPNPB Kodap XIII Paniai, Mathius Pigai serta pasukannya disebut sebagai aktor hingga eksekutor di lapangan.
“Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Bridgen Undius Kogeya dan Panglima TPNPB Kodap XIII Paniai Mathius Pigai dan pasukannya bertanggung jawab atas pembakaran kios-kios di wilayah Paniai,” ujar Sebby dalam keterangan resminya, Kamis (23/5/2024) sore.
Sebby menyebut, selain sekolah, mess guru dan 12 kios, pihaknya juga membakar sebuah pom bensin di perbatasan Distrik Enarotali, Paniai.
Sebby mengeklaim pasukan TPNPB telah menembak seorang pemilik kios yang dituduh sebagai anggota TNI/Polri.
Kontak tembak pun pecah setelah aparat gabungan TNI dan Polri tiba di lokasi kejadian. Sementara itu, Sebby takmenampik bila satu anggota TPNPB tewas dalam peristiwa bakutembak pada Rabu siang.
Anggota TPNPB yang tewas bernama Detius Kogoya, 21 tahun. Ia aktif sejak berusia muda.
“Satu anggota pasukan elite Kodap VIII Intan Jaya atas nama Detius Kogoya alias Masyarakat Kogoya gugur pukul 12.00. Jenazah korban tidak bisa dievakuasi karena posisinya di tengah-tengah baku tembak,” pungkasnya. (ka)

