Siapkan 8.617 Personel untuk Pengamanan TPS, Kapolda Papua: Untuk Ciptakan Pemilu Damai
JAYAPURA, POJOKINDO.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyiapkan 8.617 personel untuk membackup pengamanan di Tempat Pemugutan Suara (TPS) pemilu 2024.
“Tentunya backup perkuatan ini saya sudah mempersiapkan nanti secara bergilir ke Polres Jajaran baik perkuatan Polda Papua yang berjumlah 2.000 sekian akan digeser ke Polres Jajaran untuk memperkuatnya agar menjadi 4.000 personel,” kata Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, melalui keterangan tertulis, Selasa (23/1/2024).
Kapolda menyebut, ada pasukan cadangan dari TNI sekitar 700 personel yang sudah dipersiapkan untuk turut membantu Polda Papua.
Selain itu, personel baru kepolisian akan langsung diturunkan untuk daerah yang dianggap cukup kondusif.
“Saya sudah mendapat tambahan back up perkuatan juga kemarin sekitar 600 setelah bintara baru kita. Khusus untuk Polres Jajaran yang tidak rawan, saya juga kirim mereka dua minggu lalu untuk menjaga di Polres-Polres,”ujarnya.
“Sedangkan untuk Brimob Nusantara telah ada 5 kompi untuk membantu perkuatan Polda Papua dan 2 minggu kedepan sudah mulai bergeser ke Polres Jajaran yang ada di wilayah hukum Polda Papua,” sambung Kapolda.
Kemudian, kata Kapolda, terkait dengan logistik Pemilhan Umum (Pemilu) 2024 telah tiba di empat provinsi yakni di Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Selatan.
Kapolda meminta kepada Wakapolda Papua Brigjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, dan Irwasda Polda Papua Kombes Pol Yosi Muhamartha untuk mengecek apakah semua logistik Pemilu telah di distribusikan ke kabupaten/kota yang ada di wilayah Papua.
“Saya minta karena di 2 minggu terakhir, untuk lihat dan mengecek betul logistik Pemilu apakah semua sudah didistribusikan ke daerah-daerah,” ujarnya.
Kapolda meminta kepada para Ketua KPU khusus daerah-daerah rawan untuk berdiskusi bersama guna mencari titik dimana memungkinkan untuk masyarakat bisa memberikan hak pilihnya.
“Jangan kita paksakan Daerah yang sudah rawan kita taruh lagi di daerah rawan karena akan beresiko bagi keselamatan petugas baik aparat keamanan maupun petugas KPPS,” ujar Kapolda.(ka)

