Jeritan Keadilan dari Langit Papua: Keluarga Pilot Smart Air Tuntut Pertanggungjawaban

pojokindo.com – Papua — Duka mendalam menyelimuti keluarga korban penembakan dua pilot sipil, Capt. Egon Erawan dan Capt. Baskoro Adi Anggoro, yang gugur pada 11 Februari 2026 di Bandara Korowai Batu. Melalui pernyataan emosional yang beredar di media sosial, keluarga almarhum menuntut keadilan atas tragedi yang mereka sebut bukan hanya kehilangan pribadi, tetapi juga luka bagi dunia penerbangan dan masyarakat Papua yang selama ini dilayani oleh kedua pilot.
Dedikasi Pilot Kemanusiaan
Keluarga menegaskan bahwa kedua korban adalah pilot sipil di bawah perusahaan SMART Cakrawala Aviation, tanpa keterkaitan dengan operasi militer maupun intelijen.
- Mereka dikenal sebagai penerbang kemanusiaan yang mengangkut logistik, obat-obatan, dan bantuan ke wilayah terpencil.
- Profesi mereka bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian bagi sesama anak bangsa.
- Kehilangan Capt. Baskoro dirasakan sebagai hilangnya sosok kakak penuh kasih, empati, dan ketulusan.
Seruan Keadilan
Keluarga berharap tragedi ini menjadi titik balik untuk:
- Memperkuat perlindungan bagi pilot sipil yang bertugas di daerah konflik.
- Menjamin keamanan masyarakat pedalaman yang bergantung pada transportasi udara.
- Mendorong penegakan hukum tegas agar kekerasan serupa tidak terulang.
Dampak Kemanusiaan
Penembakan terhadap penerbangan sipil bukan hanya tragedi keluarga, tetapi juga ancaman serius terhadap:
- Hak hidup warga sipil yang dilindungi hukum humaniter internasional.
- Akses logistik dan layanan kesehatan di wilayah terpencil.
- Rasa aman masyarakat Papua, yang kini hidup dalam ketakutan berkepanjangan.
Papua Butuh Damai, Bukan Jeritan Duka
Peristiwa ini menegaskan bahwa Papua hanya bisa maju bila teror dihentikan, hukum ditegakkan, dan keselamatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi penerbangan sipil. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
