Teror Kelaparan Berujung Api: TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo Bakar Ruko dan Kios Pasar Anggruk

pojokindo.com – Yahukimo, Papua Pegunungan — Aksi brutal kembali dilakukan TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo. Sejumlah ruko dan kios milik warga di Pasar Anggruk, Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, dibakar setelah kelompok bersenjata tersebut tidak mendapatkan bantuan makanan dari masyarakat sekitar. Peristiwa ini memicu kepanikan dan membuat aktivitas ekonomi warga lumpuh total.
Pasar Rakyat Jadi Sasaran
Pembakaran yang menyasar fasilitas usaha sipil memperlihatkan pola intimidasi terbuka terhadap masyarakat yang menolak memenuhi tuntutan kelompok bersenjata. Warga setempat menyebutkan, tidak ada keterlibatan aparat dalam kejadian tersebut, namun rakyat sipil justru menjadi korban langsung, kehilangan tempat usaha, sumber penghidupan, dan rasa aman.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Tindakan ini menegaskan bahwa kekerasan TPNPB-OPM tidak hanya mengancam stabilitas keamanan, tetapi juga melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan. Menjadikan pasar rakyat sebagai sasaran balasan atas penolakan bantuan makanan menunjukkan praktik pemaksaan yang bertentangan dengan HAM. Dampaknya nyata: aktivitas ekonomi terhenti, lapangan kerja hilang, dan masyarakat hidup dalam ketidakpastian.
Kritik dan Kecaman Publik
Tokoh masyarakat dan pemuka agama mengecam keras aksi tersebut. Mereka menegaskan bahwa pasar adalah pusat kehidupan rakyat, tempat warga mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Membakar ruko dan kios berarti merusak sendi kehidupan masyarakat Yahukimo, memperpanjang penderitaan, dan menutup peluang pembangunan.
“Aksi ini bukan perjuangan, melainkan kejahatan terhadap rakyat sendiri. Pasar adalah milik masyarakat, bukan arena konflik,” tegas salah satu tokoh adat Yahukimo.
Seruan Perlindungan dan Damai
Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi oleh intimidasi bersenjata. Aparat keamanan bersama pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas, melindungi warga, dan memastikan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan. Papua membutuhkan kedamaian dan pembangunan, bukan teror yang menghancurkan masa depan rakyat.
Papua Butuh Harapan, Bukan Api Kekerasan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kekerasan hanya membawa kehancuran. Rakyat Papua berhak atas kehidupan yang aman, bermartabat, dan sejahtera.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak teror. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.
